Irigasi Baru Sempor Hampir Rampung, Petani Kalibeji Siap Sambut Panen Melimpah
Kawalkebumen. Com Kebumen, senin 27 JULI 2026 – Pembangunan saluran irigasi jaringan persawahan di Desa Kalibeji, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen kini telah memasuki tahap akhir. Hingga akhir Juli 2026, pengerjaan fisik proyek infrastruktur pertanian tersebut dilaporkan sudah mencapai kisaran 80 persen dan diperkirakan selesai sesuai target.
Proyek ini dilaksanakan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di bawah pengerjaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan yang memakan anggaran senilai Rp195.000.000 tersebut dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok P3A Puji Lestari.
Ketua P3A Puji Lestari, Yatino alias Kadir, menyampaikan appreciation mendalam kepada pemerintah pusat maupun daerah yang telah memberikan perhatian nyata bagi para petani di Desa Kalibeji. Menurutnya, seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan secara transparan dan sesuai teknis operasional dari dinas terkait.
Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan irigasi ini. Seluruh pengerjaan kami lakukan secara swakelola dengan mengikuti regulasi dan panduan teknis dari dinas agar pengerjaannya kokoh, berkualitas, dan tahan lama, ujar Yatino alias Kadir saat ditemui awak media di lokasi proyek, Senin (27/7).
Senada dengan hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat Desa Kalibeji turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak pemerintah serta jajaran wakil rakyat, khususnya dari PKS, yang telah menjaring dan memperjuangkan aspirasi warga hingga program bantuan saluran irigasi ini dapat terealisasi.
Keberadaan saluran beton ini sangat berarti bagi keberlangsungan pertanian warga. Dengan adanya pasokan air yang lebih lancar dan teratur, aliran air dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen para petani ke depannya, ungkapnya.
Ia menambahkan, Desa Kalibeji memiliki potensi lahan pertanian persawahan yang cukup luas, yakni mencapai sekitar 100 hektar. Lahan tersebut mencakup kawasan yang dialiri oleh Daerah Irigasi (DI) Sempor maupun lahan pertanian tadah hujan.
Mengingat luasnya area persawahan di wilayah ini, warga berharap program peningkatan infrastruktur pertanian serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau titik-titik persawahan lainnya di masa mendatang.
Red




